Jumlah seluruh flow NetFlow yang dianalisis oleh Autoencoder di node edge.
Flow yang melampaui threshold error (p99.5) pada ruang fitur yang dipelajari autoencoder.
Proporsi flow yang diklasifikasikan sebagai anomali terhadap keseluruhan trafik yang diamati.
Rata‑rata kesalahan rekonstruksi untuk flow yang terdeteksi anomali oleh model autoencoder.
Tren Anomali per Menit
Jumlah flow anomali yang terdeteksi oleh Autoencoder TinyML pada node edge Raspberry Pi.
Anomali Terkini
Flow dengan pola lalu lintas menyimpang terhadap model trafik normal yang dipelajari.
| Waktu | Src → Dst | SP → DP | bps | pps | Error | Label |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Loading... | ||||||
Distribusi Tipe Anomali
Pembagian anomali berdasarkan karakteristik fitur (throughput, packet rate, durasi, ukuran flow) yang diobservasi.
- Memuat distribusi tipe anomali...
Kategori diturunkan secara heuristik dari nilai
bps,
pps,
durasi td,
serta ukuran paket/byte per flow
(ipkt,
ibyt),
untuk membantu menginterpretasikan pola seperti traffic spike, potensi DoS, brute force, atau aktivitas pemindaian.
Status Node Edge
Ringkasan kondisi node Raspberry Pi sebagai lightweight network probe di lingkungan kampus.
- Peran
- Monitoring lalu lintas gateway farm server
- Lokasi
- Segmen jaringan kampus ITN Malang
- Model
- Autoencoder feedforward (TinyML) – unsupervised
- Metode deteksi
- Threshold reconstruction error (p99.5)
Resource Node Edge (Realtime)
Pemanfaatan CPU dan memori pada Raspberry Pi yang menjalankan daemon NetFlow, autoencoder, dan backend FastAPI.
Nilai diperbarui secara periodik untuk menggambarkan beban komputasi ketika sistem melakukan deteksi anomali secara kontinu di node edge.
Ringkasan Arsitektur Monitoring
Prototipe ini menerapkan arsitektur tiga lapis: perangkat & jaringan kampus (klien, server, IoT, mirror port), lapisan edge (Raspberry Pi dengan Autoencoder TinyML), dan lapisan server/dashboard (SQLite + FastAPI + UI web).
- Mirror port di gateway farm server menyalurkan salinan trafik ke node edge.
- NetFlow dikumpulkan oleh
nfdump, diekspor ke CSV, lalu diproses oleh daemonparser.py. - Fitur flow (durasi, paket, byte, throughput, dll.) dinormalisasi dan dianalisis oleh autoencoder untuk mendeteksi anomali trafik.
- Autoencoder dilatih hanya dengan trafik normal. Flow dianggap anomali ketika nilai reconstruction error‑nya melampaui threshold yang dihitung dari persentil tinggi error data normal (misalnya p99.5) saat pelatihan.
Skenario Uji (S1 – S3)
Panel ini merangkum skenario pengujian yang digunakan dalam penelitian untuk mengevaluasi prototipe NetMon AI‑IoT.
- S1 – Trafik Normal Kampus: monitoring pasif terhadap trafik harian (akses internet, e‑learning, layanan internal) tanpa injeksi serangan, digunakan sebagai data pelatihan dan baseline distribusi error.
- S2 – Traffic Spike Terkontrol: peningkatan beban terukur ke server farm (misalnya download file besar atau uji beban HTTP) untuk melihat bagaimana autoencoder merespons lonjakan throughput dan jumlah flow yang tinggi dalam waktu singkat.
- S3 – Skenario Serangan (DoS / Port Scan / Brute Force): simulasi serangan terbatas di lingkungan lab kampus (misalnya flood ke satu host, port scanning, atau brute force login) yang dialirkan melalui gateway, untuk menguji kemampuan deteksi anomali terhadap pola trafik yang agresif dan tidak wajar.
Parameter Model Autoencoder
Informasi ringkas mengenai konfigurasi dan parameter utama model deteksi anomali yang digunakan di node edge.
- Tipe model
- Autoencoder feedforward (TensorFlow → TFLite)
- Dimensi fitur
- 10 fitur flow (td, sp, dp, ipkt, ibyt, opkt, obyt, bpp, bps, pps)
- Metode normalisasi
- StandardScaler (μ, σ) dari dataset normal
- Threshold error
- - (p99.5 distribusi error normal)